Skema Ekspansi Teknologi.id untuk Startup Indonesia

Seberapa Penting Digitalisasi Bisnis Saat Ini?

Di era disruptif ini, banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk menjadi market leader di bidangnya. Untuk meraih hal tersebut, tentu perusahaan perlu melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memenangkan kepercayaan dari calon pelanggan. Namun, dengan ketatnya persaingan, tentu perusahaan perlu melakukan strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menjadi perusahaan yang top of mind bagi calon pelanggan. Jika perusahaan bisa meraih hal tersebut, perusahaan akan mendapatkan banyak keunggulan, mulai dari mendapatkan kepercayaan pelanggan sampai peluang lebih besar menjadi market leader.

Yuk, Kenalan Sama Teknologi.id!

Teknologi.id atau yang biasa dikenal dengan Tekdi adalah salah satu perusahaan media online teknologi terbesar yang ada di Indonesia. Tekdi menawarkan berita terbaru, konten cerdas, tren teknologi, positif, dan menghibur baik melalui artikel pada website maupun konten media sosial. Sebagai perusahaan media online, Tekdi memiliki topik konten yang beragam seperti fintech and startups, future technologies, software and hardware, dan banyak topik lainnya.

Tujuan dan Kondisi Teknologi.id Saat Ini

Pada tahun 2020 ini, Teknologi.id telah memiliki audiens yang besar yakni lebih dari 1 juta unique visitors dengan pertumbuhan 260%+ YoY. Dengan besarnya jumlah audiens tersebut, Teknologi.id menawarkan lima jenis marketing services dengan target serving 400 medium-sized startup dalam tahun 2022. Untuk dapat mencapai target tersebut, perusahaan ini perlu mengetahui landscape startup di Indonesia, memahami marketing activities pada industri dengan jumlah startup terbanyak, dan menentukan strategi yang paling efektif untuk dapat menjangkau pasar tersebut.

Teknologi.id kini dihadapkan dengan tiga tantangan utama dalam memasarkan produknya - Layaknya bisnis pada umumnya, Teknologi.id juga menghadapi permasalahan pada operasional bisnisnya. Berikut analisis permasalahan pada skema ekspansi layanan marketing yang sedang dihadapi oleh Teknologi.id.

Analisis Makro

Kondisi landscape startup Indonesia adalah salah satu yang paling dinamis di kawasan Asia. Google dan Temasek memproyeksikan ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan oleh nilai pasarnya yang meningkat tiga kali lipat dari US$27 miliar pada 2018 menjadi US$100 miliar pada 2025. Selain itu, Perekonomian digital Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan startup yang tinggi (Malau dan Hidayatno, 2020). Hal ini didukung dengan lahirnya unicorn lokal terbesar seperti Traveloka, Tokopedia, Go-Jek, dan Bukalapak dan medium-sized startup lainnya. Hingga di tahun 2022, berdasarkan data dari MIKTI (2021), Indonesia telah memiliki lebih dari 1000 startup di berbagai industri seperti e-commerce, fintech, SaaS startup, edtech, dan industri lainnya. Dalam beberapa tahun kedepan, industri-industri startup akan semakin mendominasi, hal ini didukung dengan penetrasi pengguna smartphone dan internet di Indonesia tahun 2019 menurut We are Social.

Sumber: We are Social (2019).

Dalam persaingan bisnis di Indonesia, perusahaan rintisan harus melakukan berbagai implementasi strategi untuk menjadi market leader. Ada banyak strategi yang bisa dilakukan, salah satunya adalah memperkuat online presence baik melalui social media maupun online media marketing. Online presence sebagai strategi pemasaran dalam hal ini menjadi sangat penting karena dengan adanya online presence yang kuat, tentu menjadi faktor penting dalam pengembangan startup (Siswanto et al, 2020) sehingga menghasilkan posisi perusahaan yang sukses dan keterlibatan dengan audiens bisnis yang lebih luas (Cartwright dan Raddats, 2021) serta memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pemimpin pasar. Akan tetapi, membangun online presence tidak semudah yang dipikirkan. Dalam hal ini, Teknologi.id hadir untuk menjawab masalah tersebut. Sebagai penyedia jasa yang membangun online presence perusahaan, Teknologi.id dapat mempermudah perusahaan dengan produk-produk yang ditawarkannya. Teknologi.id memberikan penawaran menarik terkait marketing services bagi para startup untuk berinvestasi memperkuat online presence mereka.

Analisis Industri: startup kategori mana yang paling prospektif?

Dalam mencapai target membantu 400 medium-sized startup di tahun 2022 dengan marketing services yang ditawarkan, Tekdi perlu melakukan analisis industri terlebih dahulu. Dalam hal ini, penulis merekomendasikan 3 sektor industri startup potensial yang bisa menjadi target pasar tekdi, yaitu fintech, e-commerce dan marketplace, dan SaaS startup. Ketiga industri startup tersebut dipilih memiliki jumlah pangsa pasar yang besar dengan jumlah fintech startup sejumlah 322, e-commerce dan marketplace sejumlah 159, dan SaaS startup sejumlah 72 (fintechnews.sg (2020); innofactory.co (2020); dan MIKTI (2021)). Selain itu, ketiga industri startup tersebut juga dipilih karena memiliki kebutuhan dan keinginan membentuk online presence yang lebih dan sesuai dengan produk yang ditawarkan oleh Tekdi. Hal ini digambarkan dengan analisis industri berdasarkan Directional Policy Matrix (DPM) Segmentation yang penulis susun sebagai berikut:

Sumber: Penulis (2022).

Apa Saja Marketing Services yang Perlu Ditawarkan Kepada Para Medium-Sized Startup pada Industri Fintech, E-commerce, dan SAAS?

Agar dapat memperoleh target serving 400 medium-sized startups, maka Teknologi.id perlu menawarkan marketing services yang paling banyak dibutuhkan dari tiga industri tersebut. Berikut framework marketing services yang kami usulkan kepada Teknologi.id.

Sumber: Penulis (2022).

Teknologi.id perlu menekankan positioning sebagai platform yang menawarkan layanan pemasaran yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Didukung dengan pemberian layanan online advisory secara gratis sebelum transaksi dilakukan.

Sumber: Penulis (2022).

Dari lima marketing services yang telah ditawarkan, tiga diantaranya merupakan layanan prioritas bagi startup dari ketiga industri, dan dua merupakan layanan alternatif. Lalu, terdapat satu potential marketing services yang dapat ditawarkan oleh Teknologi.id kepada startup pada industri fintech, e-commerce, dan SAAS, yaitu online reputation management services.

SAPTANESIA by Teknologi.id

Lantas dengan SAPTANESIA by Teknologi.id, apakah dapat mencapai target?

Teknologi.id memiliki target layanan kepada 400 medium-sized startups, dengan pengalamannya bekerja sama dan membantu 500+ klien dan mitranya. Apakah produk lama dan produk baru menjadi solusi dan akan membawa keberhasilan Teknologi.id dalam mencapai tujuan bisnisnya? Berikut adalah strategi SAPTA yang akan membuat Teknologi.id mencapai tujuan bisnis di tahun 2022. 

Key Performance Indicators

Agar dapat mengukur target impact dan conversion rate secara spesifik, berikut KPI yang direncanakan untuk setiap program yang akan diimplementasikan.

Timeline Implementasi SAPTA Strategy

Waktu yang terbatas serta kehidupan masyarakat yang senantiasa cepat, mengharuskan Teknologi.id harus bergegas untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnisnya. Oleh karena itu, berikut ini merupakan linimasa SAPTANESIA, tujuh langkah dalam tujuh bulan. 

Analisis Risiko dan Rencana Mitigasi

Untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi dalam penerapan solusi yang ditawarkan, telah disusun identifikasi risiko yang mungkin terjadi serta langkah-langkah berupa rencana mitigasi untuk mengurangi potensi terjadinya risiko sebagai berikut.

Cost and Benefit Analysis

Untuk mengimplementasikan solusi yang direkomendasikan, berikut analisis cost & benefit yang didapatkan selama 7 bulan hingga akhir tahun 2022. Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp115.700.000 dan total peningkatan keuntungan sebesar Rp314.400.000 sehingga benefit per cost ratio sebesar 2,71. Kesimpulan Teknologi.id 

Referensi: 

Cartwright, S., Liu, H. and Raddats, C., 2021. Strategic use of social media within business-to-business (B2B) marketing: A systematic literature review. Industrial Marketing Management. Indonesia Fintech Report and Map 2020. https://fintechnews.sg/45513/indonesia/indonesia-fintech-report-and-map-2020/  Malau, D.N., Setiawan, A.D. and Hidayatno, A., 2020, April. Model Conceptualization on Startup Company Development and Valuation in Indonesia. In 2020 IEEE 7th International Conference on Industrial Engineering and Applications (ICIEA). IEEE. MIKTI Mapping & Database Startup Indonesia 2021. https://books.google.co.id/books/about/MIKTI_Mapping_Database_Startup_Indonesia.html?id=-hJSEAAAQBAJ&redir_esc=y SaaS Wave report in Indonesia. https://theravenry.com/wp-content/uploads/2020/08/SaaS-Wave-in-Indonesia-Booklet.pdf Siswanto, V. K., Aulia, B. U., Dadiara, A. R., Adlina, Y. Y. N., & Dzaki, H. M. (2020). Best practice of start up in Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 562, No. 1, p. 012026). IOP Publishing. We Are Social. (2019). Indonesian Digital Report. Retrieved November 10, 2019 from: https://wearesocial.com/uk/digital2019


author2
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar