:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424742/original/054960900_1764153693-ad421132-1634-42b4-a0bf-09682d7fcf6a.jpeg)
Teknologi.id - Banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengakibatkan 1.310 titik layanan telekomunikasi mengalami gangguan. Kerusakan ini membuat akses komunikasi warga di sejumlah wilayah terputus, terutama di daerah yang terdampak paling parah.
Bencana ini dipicu cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar yang menyebabkan hujan lebat berhari-hari. Pemerintah telah menetapkan status darurat bencana di tiga provinsi tersebut, sementara tim dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus bekerja melakukan pemulihan jaringan.
Baca juga: Google Keluarkan Peringatan Darurat Banjir Sumut, Ini Titik Lokasinya
Dampak Terbesar di Aceh: 799 Site Terganggu
Komdigi melaporkan bahwa total 1.310 site atau titik infrastruktur telekomunikasi terganggu per 26 November 2025. Site meliputi menara BTS, antena, radio, backhaul, hingga perangkat RAN yang digunakan operator untuk menyediakan layanan.
Berikut sebaran gangguan jaringan:
1. Aceh – 799 site (23,4%)
Daerah ini mengalami kerusakan paling parah karena berada di jalur utama banjir dan longsor. Banyak wilayah terisolasi dan akses listrik terputus.
2. Sumatera Utara – 495 site (5,15%)
Kerusakan tersebar di beberapa kabupaten, terutama lokasi yang terdampak longsor besar.
3. Sumatera Barat – 16 site (0,43%)
Gangguan relatif kecil, namun beberapa site berada di daerah dengan akses terbatas.
Komdigi memastikan monitoring dilakukan 24 jam melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi. Koordinasi dengan operator seluler diperketat untuk mempercepat pemulihan di titik-titik layanan yang masih terputus.
72 Korban Jiwa dan Puluhan Warga Masih Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 72 korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Rincian korban meninggal:
Aceh (6 orang)
-
Kabupaten Mereh Meriah: 5
-
Gayo Lues: 1
Sumatera Utara (57 orang)
-
Tapanuli Tengah: 34
-
Tapanuli Selatan: 13
-
Tapanuli Utara: 5
-
Humbang Hasundutan: 4
-
Pakpak: 1
Sumatera Barat (9 orang)
-
Kota Padang: 4
-
Padang Pariaman: 5
Korban hilang:
-
Aceh: 9 orang
-
Sumatera Utara: 33 orang
BNPB menegaskan bahwa data masih berkembang karena kondisi lapangan dinamis dan proses pencarian terus dilakukan.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi HP Kemasukan Air akibat Banjir
Upaya Pemulihan Masih Berjalan
Selain jaringan seluler, pemulihan listrik dan akses jalan juga dilakukan secara paralel untuk mendukung proses evakuasi dan komunikasi darurat. Komdigi menurunkan tim teknis ke wilayah terdampak untuk:
-
Memperbaiki site yang terendam atau tertimbun
-
Mengaktifkan mobile BTS untuk daerah yang terputus total
-
Berkoordinasi dengan operator untuk penyediaan genset darurat
-
Monitoring 24 jam terhadap gangguan baru
Pemulihan layanan telekomunikasi menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan untuk komunikasi warga, tim SAR, hingga pemerintah daerah.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)

Tinggalkan Komentar