Test PCR dan Antigen Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan

Tristan . March 08, 2022

Foto: Kontan


Teknologi.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan katakan tidak perlu lagi ada tes PCR atau Antigen COVID-19 untuk perjalanan domestik, udara, maupun laut


Dalam kebijakan sebelumnya, apabila seseorang ingin bepergian diwajibkan untuk melakukan tes antigen COVID-19 minimal satu hari sebelum keberangkatan atau tes PCR minimal 3 hari sebelum keberangkatan.


Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut COVID-19 kepada penumpang lain, dan juga mencegah penularan ke tempat tujuannya.


Sekarang, Luhut menyatakan adanya ketentuan baru, bahwa tes-tes sudah tidak perlu dilakukan untuk bepergian.


Keputusan ini diberikan oleh pemerintah setelah Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 


Tentu saja kebijakan ini berlaku bagi mereka yang sudah vaksin dua dosis.


Baca juga: Volume Konser Dibatasi Jadi 100 Desibel oleh WHO


Luhut juga menyampaikan hal ini. Beliau mengatakan, ketentuan baru tersebut berlaku bagi penumpang jalur darat, laut, maupun udara. Asalkan sudah menerima vaksin sebanyak dua dosis, siapapun tak perlu lagi memberikan bukti tes PCR ataupun Antigen.


“Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi daratm laut, maupun udara yang sudah melakukan vaksinasi dosis dua sudah tidak perlu menunjukkan bukti antigen maupun PCR negatif,” ucap Luhut melalui YouTube Sekretariat Presiden.


Hal ini dilakukan dalam rangka transisi menuju aktivitas normal.


Selain menghapus tes PCR dan Antigen dari syarat perjalanan domestik, pemerintah juga membebaskan wajib karantina bagi orang yang melakukan perjalanan dari luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali.


Namun, tetap ada syarat PPLN harus sudah mendapat setidaknya kedua dosis vaksin. Lalu, mereka juga harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel selama delapan hari bagi warga negara asing, atau kartu domisili bagi warga Indonesia.


Kebijakan-kebijakan tersebut tidak lepas dari tren kasus harian nasional yang kian menyurut. Luhut mengatakan kasus COVID-19 sudah menurun dengan signifikan dalam sepekan terakhir. sama halnya dengan tingkat keterisian rumah sakit, alias bed occupancy rate (BOR) serta tingkat kematian akibat COVID.


(TTD)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar