India Blokir 20 Channel Youtube yang Diduga "Anti-India"

Tristan Doloksaribu . December 27, 2021

Foto: The Economic Times


Teknologi.id - Kementerian informasi dan penyiaran (I&B)  memerintahkan pemblokiran 20 saluran YouTube, termasuk The Punch Line, International Web News, Khalsa Tv, The Naked Truth, News 24, 48 news, Fiction, Historical Facts, Punjab Viral, Naya Pakistan Global dan Cover Story pada hari Selasa.


India telah menggunakan kekuatan daruratnya di bawah Undang-Undang TI untuk pertama kalinya, memerintahkan YouTube untuk memblokir 20 saluran dan melarang dua situs web yang diklaim bahwa mereka menjalankan konten anti-India dari Pakistan yang mempengaruhi kedaulatan dan integritas negara.


Menurut kementerian, mereka dikeluarkan dalam "upaya terkoordinasi dengan badan-badan intelijen".


“Saluran itu digunakan untuk memposting konten yang memecah belah secara terkoordinasi pada topik-topik seperti Kashmir, Angkatan Darat India, komunitas minoritas di India, Ram Mandir, (almarhum CDS) Jenderal Bipin Rawat, dll,” ucap kementerian itu dalam sebuah pernyataan.


Di antara 20 saluran YouTube yang diperintahkan untuk diblokir adalah yang diluncurkan oleh The Naya Pakistan Group (NPG), yang beroperasi dari Pakistan. Mereka sudah memiliki jaringan saluran YouTube dan basis subscribers gabungan setidaknya 3,5 juta. Video mereka juga telah ditonton lebih dari 550 juta kali.


“Beberapa saluran YouTube dari NPG dioperasikan oleh jangkar saluran berita Pakistan,” tambahnya.


Saluran dan portal web ini melanggar hukum. Sehingga perlu tindakan tegas yang diambil terhadap situs web yang berusaha mempromosikan agenda Pakistan dan mencegah mereka bekerja melawan India.


Pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian juga membagikan tangkapan layar dan contoh berita palsu yang dikeluarkan oleh saluran YouTube ini.


Menurut pemerintah, The Punch Line mengklaim dalam satu laporan bahwa 20 jenderal Angkatan Darat India dibunuh di sebuah fasilitas pelatihan di Kashmir oleh “Kashmir Mujaheddin”. 


Laporan lain di saluran yang sama mengklaim Presiden Turki Tayyip Erdogan telah memutuskan untuk membangun sebuah masjid di tempat Ram Mandir di Ayodhya. Contoh ketiga mencantumkan laporan di saluran Naya Pakistan Global bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah mengirim pasukannya ke Ayodhya.


Dua perintah untuk memblokir saluran YouTube dan situs web dikeluarkan oleh sekretaris informasi dan penyiaran Apurva Chandra. Perintah ini merupakan penerapan kekuatan daruratnya di bawah Aturan Teknologi Informasi (Pedoman Perantara dan Kode Etik Media Digital) yang diberitahukan pada awal tahun ini.


Baca juga: Pemerintah Segera Hapus Premium & Pertalite, Ini Alasannya


(TTD)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar