
Teknologi.id - CEO Nvidia, Jensen Huang, dikabarkan sempat memarahi sejumlah karyawan dalam sebuah rapat internal karena masih ada manajer yang justru meminta timnya mengurangi penggunaan AI. Menurut Huang, di era sekarang setiap tugas yang bisa dibantu AI wajib diotomatisasi, bukan malah dihindari.
“Kalian Gila? Pakai AI Sebanyak Mungkin!”
Dalam rapat tersebut, seorang karyawan bertanya mengenai adanya atasan yang menyuruh timnya memakai AI lebih sedikit. Mendengar hal itu, Huang langsung bereaksi keras.
“Apakah kalian gila?” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa semua pekerjaan yang bisa dikerjakan AI harus diserahkan ke AI, bahkan jika teknologi tersebut belum sempurna.
Huang meminta seluruh karyawan terus memakai AI dalam setiap proses kerja agar mereka sendiri turut berkontribusi membuat teknologi tersebut semakin matang.
Baca juga: Jensen Huang: Ibu Ajari Saya Bahasa Inggris Meski Tak Bisa Bahasa Itu
AI adalah Keterampilan Dasar Era Baru
Huang tidak melihat AI sebagai ancaman bagi pekerjaan, melainkan keterampilan inti agar karyawan tetap relevan saat perusahaan terus berkembang.
Ia juga memastikan karyawan tidak perlu takut kehilangan pekerjaan karena otomatisasi.
“Saya berjanji, kalian tetap punya pekerjaan,” katanya.
“Tapi pekerjaan kalian akan berubah.”
Nvidia saat ini sedang agresif merekrut. Jumlah karyawan naik dari 29.600 menjadi 36.000 dalam satu tahun. Bahkan Huang menyebut perusahaan masih kekurangan sekitar 10.000 orang lagi.
Nvidia Bukan Satu-satunya
Microsoft, Google, Meta, hingga Amazon juga mendorong pekerjanya memakai AI. Bedanya, banyak perusahaan teknologi besar justru sedang mengurangi karyawan, sedangkan Nvidia masih melakukan ekspansi.
Di beberapa divisi Nvidia, penggunaan AI sudah sangat masif. Para insinyur memakai Cursor, asisten pengkodean berbasis AI, yang menurut Huang menunjukkan betapa cepatnya AI mengubah cara kerja manusia — asalkan digunakan secara serius.
50.000 Karyawan, 100 Juta Asisten AI
Dalam wawancara terpisah, Huang berharap suatu hari Nvidia menjadi perusahaan dengan 50.000 karyawan dan 100 juta asisten AI.
Menariknya, Huang sendiri adalah pengguna berat chatbot.
Ia memakai:
-
ChatGPT untuk belajar harian
-
Gemini untuk tugas teknis
-
Grok untuk pekerjaan kreatif
-
Perplexity untuk riset cepat
Nvidia bahkan bermitra dengan semua layanan AI tersebut, kecuali Grok yang dimiliki xAI milik Elon Musk (meski tetap memakai GPU Nvidia).
Baca juga: CEO Nvidia Ungkap: Kalau Saya 20 Tahun, Saya Pilih Jurusan Ini, Bukan Ilmu Komputer!
“Bukan AI yang Mengambil Kerjaanmu, Tapi Orang yang Memakai AI”
Huang percaya semua jenis pekerjaan akan berubah karena AI, termasuk pekerjaannya sendiri. Namun ia meyakini AI justru memberdayakan manusia, bukan menggantikan.
Ia pernah mengatakan:
“Anda tidak akan kehilangan pekerjaan karena AI.
Anda akan kehilangan pekerjaan karena seseorang yang menggunakan AI.”
Dengan kekayaan lebih dari Rp 2.600 triliun, pandangan Huang ini menjadi sorotan besar di dunia teknologi. Menurutnya, sebagian tugas memang bisa diserahkan ke AI, tapi tetap akan ada pekerjaan penting yang membutuhkan penilaian dan keputusan manusia.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)

Tinggalkan Komentar